Info Salon Muslimah di Jakarta

•Juni 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aniefa Pusat
Jl Rawa Bambu Raya Ruko no 16 B,
Pasar Minggu JakartaSelatan
Telp. +62-21-9201043, +62-21-70733533,+62-0811-811862
Grand 20
Jl.Mpu Sendok 12/18, Kebayoran, Jakarta
Telp. +62-21-5257904.

Sekarwangi Salon & Spa
Jl. Margaguna Raya, Jakarta Selatan
Telp. +62-21-72796624

Allesa Salon
Jl. Benda No. 54B, Kemang, Jakarta Selatan
Telp. +62-21-7810320, +62-21-7891201
Rumah Kecantikan dan perawatan Az zahro
Jl. Mandar Utama blok DC1 no.13 Bintaro

Al-Husna Salon Muslimah,
Jl. Jatiwaringin Raya No. 55B, Bekasi,
Pondok Gede (depan rumah ibu HJ. Tuty Alawiyah),
Telp. 021 98357721, 92867232 Fax. 021 8613524

RUMAH SERIBU CERMIN

•Juni 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dahulu, di sebuah desa kecil yang terpencil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama “Rumah Seribu Cermin”. Suatu hari seekor kucing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi “Rumah Seribu Cermin”. Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya. Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi, ekornya bergerak-gerak secepat mungkin. Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria kucing-kucing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah kucing kecil itu juga membalas dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, “Tempat ini sangat menyenangkan. Suatu saat aku akan kembali mengunjunginya sesering mungkin.”

Sesaat setelah kucing itu pergi, datanglah kucing kecil yang lain. Namun, kucing yang satu ini tidak seceria kucing yang sebelumnya. Ia juga memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah kucing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia mengeong keras-keras dan dibalas juga dengan seribu suara kucing yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan dan keluar dari sambil berkata pada dirinya sendiri, “Tempat ini sungguh menakutkan, aku takkan pernah mau kembali ke sini lagi.”Semua wajah yang ada di dunia ini adalah cermin wajah kita sendiri. Wajah bagaimanakah yang tampak pada orang-orang yang sobat ukhti jumpai? . Jadilah cermin terbaik untuk sobat muslim yang ada disekeliling kita.

JANGAN JADI MUSLIMAH NYEBELIN

•Juni 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Muslimah nyebelin?duh..ga banget deh ya.. (“,)
Sebagai seorang muslimah, idealnya kita bisa menjadi contoh buat temen-temen yang lain, mengajak mereka kepada kebaikan, memberi kenyamanan kepada orang-orang yang ada disekitar kita. Lha, kalau mereka malah menganggap kita nyebelin, bagaimana kita bisa merealisasikan hal-hal tersebut?
Nyebelin di sini maksudnya, kalau in any way, kamu mengganggu kenyamanan orang lain. Apakah itu hati, pikiran, rasa, atau bahkan pancaindra.
Nah, orang-orang yang terganggu atau menjadi sebel dengan satu sisi darimu ada yang langsung bicara dan memberitahu, tapi ada juga yang dengan berbagai alasan memilih bungkam. Ini yang bahaya, mereka diam bukan karena gak bermasalah atau ga pernah terganggu. Kebanyakan merasa ga enak, takut rebut, takut menimbulkan masalah sebab banyak orang yang gak siap dikritik atau diberi tahu kekurangannya.
Mm.., btw kira-kira apa aja sich yang bisa menyebabkan seorang muslimah dianggap nyabelin? Kurang lebih seperti yang di bawah ini :
Yang mengganggu pancaindra

Keringat
Wah, yang satu ini emang kadang mengganggu banget. Perhatikan jika selama ini orang-orang gak betah dekat denganmu, bisa jadi kamu punya masalah bau badan. Trus gimana cara mengatasinya tasinya? Ok, coba deh ganti jilbabmu sehari sekali, ganti bajumu minimal sehari sekali juga, pake anti BB, dan mandi minimal 2X sehari.
Bau mulut

Duh, yang ini juga gak kalah mengganggu. Kalau kamu mengalami masalah bau mulut, coba deh rajin-rajin sikat gigi, pakai obat kumur, selalu sedia permen mint, dan jangan malas ke dokter gigi. Ok??
Rambut

Eits, jangan mentang-mentang pakai jilbab trus rambutnya gak diperhatiin ya…
Untuk mencegah bau rambut bisa dengan cara keramas rutin, jangan males pakai conditioner, keringkan rambut sebelum pakai jilbab, ‘n rajin-rajin sisiran.
Bau-bau lain yang harus kamu hindari salah tiganya yaitu buang angin sembarangan, kaus kaki, n sepatu.
Well, intinya sebagai seorang muslimah kita harus selalu bersih. Dalam hadits juga disebutkan bahwa “Kebersihan itu sebagian dari iman”.

Yang mengganggu hati, pikiran, dan rasa
Nih dia sifat/sikap yang mesti kita hindari atau tinggalkan, contohnya : merusak kegembiraan orang lain, mencela atau menghina, bigos alias biang gossip, suka nyeletuk yang bikin malu, ya… pokoknya…
Before you speak, ask your self, is it kind? Is it necessary? Is it true? Does it improve on the silence? (ngerti kan??;p)

Oy, perhatikan juga attitude kita, example :
Jangan Asal Jaiz (Jaga Izzah/kewibawaan)
Emang bener sih sikap kita harus dijaga, terutama bila berhadapan dengan lawan jenis. Tapi kalau dengan muslimah lain, kenapa harus menampilkan wajah berbeda? Lebih alim, lebih diam, keliatan lebih berilmu, mungkin gak sepenuhnya salah, tapi haruskah lebih dingin, eksklusif dan tidak hangat, sehingga menimbulkan jarak antara sesama? Muslimah itu periang, dan mau bersahabat dengan siapa aja, karena rasulullah mengajarkan kita untuk memperbanyak saudara. Bukankah dari kecil kita juga diajari untuk tidak memilih-milih teman

Jangan lelet
Sebagian besar dari kita menganggap hal yang paling membosankan adalah “menunggu”. Nah, udah tahu kan kalau menunggu itu emang bikin bête n sebel, so.. kita juga jangan jadi orang yang mesti ditunggu mulu, dkl (dengan kata lain) “jangan suka lelet”.

Jangan gampang ngeluh ‘n putus asa
Sifat yang satu ini bukan Cuma bikin capek diri kita sendiri, tapi juga orang lain yang mendengarkannya. Jadi, emang harus dihindari. Allah juga melarang kita untuk berputus asa dari rahmat-Nya.
Untuk mengatasinya, kita harus banyak bersyukur dengan apa yang ada, lihat ke bawah (banyak lho orang yang kurang beruntung dari kita), cari objek lain kalau emang udah pengen ngeluh supaya gak keingetan lagi.

Jangan suka memaksakan kehendak
Ga boleh egois yah… orang lain belum tentu satu pendapat dengan kita. Mereka juga punya hak untuk menerima atau menolak kehendak kita.

Muslimah tukang dandan?
Tukang dandan disini maksudnya yang dandannya terlalu berlebihan, contohnya : tiap mau keluar rumah selalu pakai eye shadow, blush on, mascara, lipstick warna ngejreng, dan yang sejenisnya. Tapi kalau pakai foundation, sunblock, alas bedak, sedikit lipbalm biar bibir gak pecah-pecah, masih boleh-boleh aja, yang penting kita memakainya untuk menjaga kesehatan dan supaya enak dilihat orang (gak kucel kayak belum mandi). Yang pasti kita ga boleh tabarruj (berlebih-lebihan dalam berpenampilan)

Muslimah juga manusia, dan tidak ada manusia di dunia yang perfect. Emang udah takdirnya manusia itu tempatnya salah. Yang harus kita lakukan adalah meminimalisir kesalahan/ kehilafan kita. Bukan berusaha untuk menjadi perfect, tapi berusaha untuk selalu menjadi lebih baik.
Gimana? Udah siap untuk memperbaiki diri mulai dari sekarang?
Yuk.. kita sama-sama berlomba-lomba dalam kebaikan..!!
Wallahu’alam bishshowab.

(sumber : buku “Jangan jadi Muslimah Nyebelin” karangan Asma Nadia )

Fathimah Az Zahra

•Juni 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Arti Berbagai Nama dan Julukan Sayidah Fathimah Zahra AS

Dalam meneladani para sahabiyah, tentu saja yang pertama dilakukan adalah berta’aruf, pepatah mengatakan, tak kenal maka ta’aruf. Memulai perkenalan dengan mengenal nama, kemudian dengan sirah keteladanannya.
Fathimah Zahra AS adalah wanita mulia nan agung yang menjadi kekasih Allah dan Rasul-Nya. Keagungannya telah dinyatakan oleh manusia termulia dan makhluk Allah teragung, Muhammad SAW yang segala pernyataannya tidak mungkin salah.
Sobat ukhti, marilah saat ini kita mengenal sayidah Fathimah Zahra AS dari berbagai julukan dan nama yang melekat pada dirinya, diantaranya :

Fathimah
Dari segi bahasa ’fathama’ berarti “anak yang disapih dari susuan” Dalam sebuah riwayat dari Imam Muhammad bin Ali al-Baqir AS telah dinyatakan bahwa, setelah kelahiran Fathimah Zahra AS,. Hal ini seperti seorang bayi sewaktu disapih dari susu maka ia memerlukan makanan lain sebagai penggantinya. Dan Sayidah Fathimah Zahra AS setelah disapih, sedang makanan pertamanya berupa ilmu.

Zahra
Zahra, artinya ialah “yang bersinar” atau “yang memancarkan cahaya”. Imam Hasan bin Ali al-Askari meriwayatkan : “Salah satu sebab Sayidah Fathimah dinamai az-Zahra karena tiga kali pada setiap hari beliau akan memancarkan cahaya bagi Imam Ali AS.” (Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 11) Memancarkan cahaya bagaikan matahari pada waktu pagi, siang dan terbenam matahari.

Mardhiyah
Mardiyah, artinya ialah “orang yang segala perkataan dan perilakunya telah diridhoi Allah SWT”.

Siddiqah Kubra
Shiddiqah, artinya ialah “seorang yang sangat jujur”, orang yang tidak pernah berbohong. Atau orang yang perkataannya membenarkan prilakunya. (Lisanul Arab dan Taajul Aruus)
Pada waktu menjelang kepergian Rasulullah SAW, beliau berkata kepada Ali AS: “Aku telah menyampaikan berbagai masalah kepada Fathimah. Benarkan (percayailah) segala yang disampaikan Fathimah, karena ia sangat jujur.” (Bihar al-Anwar jilid 22 halaman 490).
Sumber : IslamFeminis.wordpress.com
Subhanallah, julukan yang melekat pada sayidah Fatimah Zahra AS.
Sobat ukhti..
Shakespare pernah berkata apalah arti sebuah nama, tapi tentunya kita punya persepsi yang sama, bahwa nama adalah sebuah do’a dan kepribadian yang melekat pada pemilik nama. Oleh karena itu jagalah namamu seperti keridhoan orangtua yang telah memberimu nama. Semoga kita dapat meneladani sayidah Fatimah Zahra AS (^_^).

Muslimah Cerdas, Revolusioner

•Juni 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

MUSLIMAH CERDAS DAN
REVOLUSIONER

Sobat Ukhti yang dirahmati Allah…
Kalo kita bicara tentang muslimah, mungkin dalam benak sebagian orang akan terlintas sesosok figur yang mempunyai kesan kuper, g’gaul, kaku, berpikiran sempit, dll. Tapi…coba dech kita tengok pada diri kita sendiri. Jangan-jangan persangkaan orang emang benar terjadi pada kita. Nah lho… Lantas gimana sich seharusnya kita bersikap sebagai seorang muslimah? Makanya ikutin terus yach…
Seperti kita tahu, wanita sebagai hamba Allah yang lemah, memiliki peran amat besar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tanpanya, kehidupan tidak akan berjalan semestinya. Sebab ia adalah pencetak generasi baru. Sekiranya di muka bumi ini hanya dihuni oleh laki-laki, kehidupan mungkin sudah terhenti beribu-ribu abad yang lalu. Oleh sebab itu, wanita tidak bisa diremehkan dan diabaikan, karena dibalik semua keberhasilan dan kontinuitas kehidupan, di situ ada peran wanita.
Seperti halnya laki-laki, kita sebagai wanita (khususnya muslimah) mempunyai beban tugas agama. Seorang muslimah dituntut untuk beribadah kepada Allah, menegakkan agamaNya, menunaikan kewajiban-kewajiban dan menjauhi laranganNya serta melakukan amar ma’ruf nahi munkar.
Sejarah telah mencatat bagaimana kaum muslimah pada masa Rosulullah saw, yaitu para shahabiyah, melakukan aktivitas dakwah dan perjuangan politik tanpa meninggalkan tugas utama mereka sebagai ibu dan pengatur rumah tangga (ummu wa rabbatul bayit). Mereka berjuang bersama-sama Rosulullah saw dan para sahabat lainnya tanpa memisahkan barisan mereka dari Rosulullah saw dan sahabatnya.

Untuk lebih jelasnya, kita akan mencontoh salah satu figur teladan dari biografi seorang wanita yang agung, istri dari seorang yang mulia Rosulullah saw dan termasuk ke dalam orang-orang yang pertama masuk Islam. Dia adalah Khadijah binti Khuwailid r.a. Khadijah lahir dari keluarga Bani Hasyim, dari kalangan keluarga yang mulia, jujur dan pemimpin, menjadikan ia seorang yang terdidik dengan akhlak yang terpuji, teguh dan cerdik. Khadijah juga dikenal sebagai perempuan cerdas dan piawai dalam bidang perdagangan.
Sebagai istri, tak ada seorang pun yang mencela Khadijah. Khadijah mendampingi Rasulullah dalam suka dan duka serta membiayai hampir seluruh dakwah Rasulullah saw. Sekalipun demikian, ia tetap rendah hati dan menjaga kesuciannya. Khadijah akan meneguhkan hati Rasulullah dan meringankan bebannya ketika semua orang menolak dan mendustakannya.
Rasulullah pernah bersabda tentang istri yang sangat dicintainya ini, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkariku. Ia membenarkan ajaranku ketika orang-orang mendustakanku. Ia adalah perempuan yang selalu membantu perjuanganku dengan harta kekayaan ketika orang-orang tiada memperdulikanku.” (HR Ahmad), dan “Sebaik-baik wanita surga adalah Maryam binti ‘Imran dan Khadijah binti Khuwailid” (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun bagaimana dengan kondisi saat ini? Kehidupan kapitalis-materialis telah mendorong kaum perempuan barat untuk melihat posisi perempuan dengan sudut pandang yang berbeda. Pandangan inilah yang menyuburkan isu-isu seputar penindasan perempuan. Muncullah kemudian gerakan perempuan yang disebut feminisme/persamaan gender untuk membebaskan perempuan dari belenggu ikatan apapun, termasuk nilai-nilai agama. Na’udzubillahimindzalik… Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT.
Bukan hanya itu ukhty… Akhir-akhir ini negara Barat dan beberapa media sering membuat berita miring bahwa Islam membatasi dan melarang aktifitas sosial dan kebebasan wanita. Padahal dalam masyarakat Islam, seorang muslimah tidak dilarang untuk melakukan berbagai aktivitas sosial seperti menuntut ilmu, olahraga, seni, jurnalistik bahkan di arena politik sekalipun. Bahkan seorang muslimah bebas untuk melakukan apapun yang mereka suka yang sesuai dengan batas-batas Agama Islam tentunya. Pembatasan yang sedikit, tercatat sebagai aturan untuk melindungi kepribadian, etika dan penghargaan bagi wanita.
Untuk menyikapi berbagai tudingan yang miring tersebut, seharusnya kita selalu introspeksi dan terus meningkatkan potensi diri, jangan malah hanyut dengan situasi yang ada. Sebagai muslimah kita harus maju, cerdas, enerjik, bebas berekspresi (dalam batas agama), berkarakter dan selalu riang. Tak seorang pun bisa melarang kita untuk menjauh dari aktivitas sosial, mengekspresikan perasaan dan giat dalam berusaha. Namun jangan lupa, kita juga harus menutup tubuh agar terlindung dari mata yang tak terjaga dan tetap memperhatikan syariat-syariat Islam.
Mari kita tengok di negara Inggris. Sarah Joseph, seorang muallaf asal Inggris yang berprofesi sebagai journalist sebuah majalah EMEL (Muslim Lifestyle Magazines), kini berjihad membela Islam melalui media massa. Dia seorang muslimah, namun hal tersebut tidak menghalangi aktivitasnya di dunia jurnalistik. Selain itu ia juga aktif di bidang agama, sosial dan politik. Dalam kiprahnya ia ingin menunjukkan bahwa Islam bukan hanya ibadah Shalat atau politik, namun Islam juga mengatur gaya hidup. Dia ingin mengubah imej tentang kehidupan umat muslim yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat Inggris.
Di negara muslim pun seperti di Iran, seorang muslimah bebas melakukan aktivitas yang mereka inginkan seperti menuntut ilmu dan bekerja di berbagai bidang yang sesuai dengan tuntunan agama tentunya. Meskipun berbalut busana muslimah yang menutup aurat, namun hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk terus berkarya.
Kita berharap di Indonesia, identitas kita sebagai muslimah tidak membuat kita menjadi malas beraktifitas, manja, dan semata-mata hanya bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, namun harus menjadi muslimah yang cerdas dan enerjik sehingga imej tentang muslimah yang kuper, kaku, dll, dengan sendirinya akan hilang.
Selain itu, muslimah tidak hanya cerdas dan berilmu tapi juga berakhlak mulia. Seorang muslimah juga harus bisa bertindak sebagai seorang revolusioner. Revolusi tidak harus dengan melakukan perubahan besar dalam sistem politik maupun sosial, namun revolusi bisa dilakukan melalui hal-hal kecil di sekitar kita dengan selalu menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar.
mendampingi Rasulullah dalam suka dan duka serta membiayai hampir seluruh dakwah Rasulullah saw. Sekalipun demikian, ia tetap rendah hati dan menjaga kesuciannya. Khadijah akan meneguhkan hati Rasulullah dan meringankan bebannya ketika semua orang menolak dan mendustakannya.

Rasulullah pernah bersabda tentang istri yang sangat dicintainya ini, “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkariku. Ia membenarkan ajaranku ketika orang-orang mendustakanku. Ia adalah perempuan yang selalu membantu perjuanganku dengan harta kekayaan ketika orang-orang tiada memperdulikanku.” (HR Ahmad), dan “Sebaik-baik wanita surga adalah Maryam binti ‘Imran dan Khadijah binti Khuwailid” (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun bagaimana dengan kondisi saat ini? Kehidupan kapitalis-materialis telah mendorong kaum perempuan barat untuk melihat posisi perempuan dengan sudut pandang yang berbeda. Pandangan inilah yang menyuburkan isu-isu seputar penindasan perempuan. Muncullah kemudian gerakan perempuan yang disebut feminisme/persamaan gender untuk membebaskan perempuan dari belenggu ikatan apapun, termasuk nilai-nilai agama. Na’udzubillahimindzalik… Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT.
Bukan hanya itu sobat ukhti… Akhir-akhir ini negara Barat dan beberapa media sering membuat berita miring bahwa Islam membatasi dan melarang aktifitas sosial dan kebebasan wanita. Padahal dalam masyarakat Islam, seorang muslimah tidak dilarang untuk melakukan berbagai aktivitas sosial seperti menuntut ilmu, olahraga, seni, jurnalistik bahkan di arena politik sekalipun. Bahkan seorang muslimah bebas untuk melakukan apapun yang mereka suka yang sesuai dengan batas-batas Agama Islam tentunya. Pembatasan yang sedikit, tercatat sebagai aturan untuk melindungi kepribadian, etika dan penghargaan bagi wanita.

Untuk menyikapi berbagai tudingan yang miring tersebut, seharusnya kita selalu introspeksi dan terus meningkatkan potensi diri, jangan malah hanyut dengan situasi yang ada. Sebagai muslimah kita harus maju, cerdas, enerjik, bebas berekspresi (dalam batas agama), berkarakter dan selalu riang. Tak seorang pun bisa melarang kita untuk menjauh dari aktivitas sosial, mengekspresikan perasaan dan giat dalam berusaha. Namun jangan lupa, kita juga harus menutup tubuh agar terlindung dari mata yang tak terjaga dan tetap memperhatikan syariat-syariat Islam.

Mari kita tengok di negara Inggris. Sarah Joseph, seorang muallaf asal Inggris yang berprofesi sebagai journalist sebuah majalah EMEL (Muslim Lifestyle Magazines), kini berjihad membela Islam melalui media massa. Dia seorang muslimah, namun hal tersebut tidak menghalangi aktivitasnya di dunia jurnalistik. Selain itu ia juga aktif di bidang agama, sosial dan politik. Dalam kiprahnya ia ingin menunjukkan bahwa Islam bukan hanya ibadah Shalat atau politik, namun Islam juga mengatur gaya hidup. Dia ingin mengubah imej tentang kehidupan umat muslim yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat Inggris.
Di negara muslim pun seperti di Iran, seorang muslimah bebas melakukan aktivitas yang mereka inginkan seperti menuntut ilmu dan bekerja di berbagai bidang yang sesuai dengan tuntunan agama tentunya. Meskipun berbalut busana muslimah yang menutup aurat, namun hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk terus berkarya.
Kita berharap di Indonesia, identitas kita sebagai muslimah tidak membuat kita menjadi malas beraktifitas, manja, dan semata-mata hanya bercita-cita menjadi ibu rumah tangga, namun harus menjadi muslimah yang cerdas dan enerjik sehingga imej tentang muslimah yang kuper, kaku, dll, dengan sendirinya akan hilang.
Selain itu, muslimah tidak hanya cerdas dan berilmu tapi juga berakhlak mulia. Seorang muslimah juga harus bisa bertindak sebagai seorang revolusioner. Revolusi tidak harus dengan melakukan perubahan besar dalam sistem politik maupun sosial, namun revolusi bisa dilakukan melalui hal-hal kecil di sekitar kita dengan selalu menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar.
Nah, gimana sobat ukhti…? Apakah dirimu siap menyongsong masa depan yang gemilang? Dunia masih menantikan muslimah-muslimah yang cerdas dan revolusioner…, mulailah menjadi revolusioner untuk menjadi lebih baik di UTS yang sebentar lagi menunggu pertarungan kita.
-Wallahu a’lam bishshowab-

cake lapis coklat, Brownies fudge, omelet sayur

•Juni 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Cake lapis coklat

Bahan-Bahan :

325

gr mentega

750

gr cokelat masak, potong-potong

600

ml air

3

butir telur, kocok

400

gr tepung terigu, ayak dengan 1 1/4 sdt baking powder

400

gr gula pasir halus

300

gr gula bubuk

175

ml krim kental

Hiasan

:

60

gr coklat, parut untuk taburkan di pinggiran atas kue


Cara Mengolah :

1. Olesi 3 loyang bundar ukuran 23 cm dengan mentega. Panaskan oven hingga 160 derajat Celcius/gas 3. Taruh 250 g mentega, 375 g cokelat, dan air dalam panci beralas tebal di atas api kecil. Aduk hingga meleleh, biarkan agak dingin, lalu kocok bersama telur dalam mangkuk.
2. Tambahkan terigu dan gula, kocok hingga lembut dan tercampur rata. Tuang ke dalam ketiga loyang tadi panggang selama 25-30 menit, atau sampai lidi yang ditusukkan ke tengahnya keluar bersih. Taruh kue dalam loyangnya di atas rak selama 10 menit. Balik cake dan biarkan dingin.
3. Untuk adonan isi, lelehkan 125 g cokelat. Biarkan agak dingin, lalu campurkan gula bubuk, sisa mentega dan 4 sdm krim, kocok hingga licin.
Untuk lapisan, lelehkan sisa cokelat dan krim diatas api kecil hingga licin.
4. Oleskan ketiga cake dengan separo adonan isi. Olesi bagian atas dan samping cake juga. Semprotkan sisa adonan isi sekeliling dasar cake.

Brownies fudge

Bahan-Bahan :

450

gram dark chocolate

300

gram mentega tawar

400

gram gula pasir halus

1

sendok teh vanili bubuk

4

butir telur ayam

250

gram white chocolate

300

gram tepung terigu

1

sendok teh garam

1/4

sendok teh baking powder

50

gram white chocolate (bahan hiasan)


Cara Mengolah :

Menbuat Hiasan:
1. Tim 50 gram white chocolate hingga leleh.

Membuat Brownies:
1. Cincang kasar dark chocolate.
2. Cincang kasar white chocolate.
3. Ayak tepung terigu, garam dan baking powder.
4. Panaskan oven hingga mencapai suhu 180 derajat Celcius.
5. Siapkan loyang 24x24x3 cm, olesi mentega, taburi dengan tepung terigu.
6. Tim dark chocolate dan mentega tawar diatas api kecil sambil diaduk sekali-sekali, hingga leleh. Angkat.
7. Aduk rata gula pasir dan dark chocolate leleh. Masukkan vanili, aduk rata.
8. Tambahkan telur satu per satu, sambil aduk rata.
9. Masukkan tepung terigu ayak sedikit demi sedikit, aduk searah rata.
10. Tambahkan white chocolate cincang, aduk rata.
11. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan. Panggang dalam oven panas selama 45 menit hingga matang. Angkat dan biarkan dingin.
12. Potong-potong, hias dengan hiasan, dan Brownies Fudge siap untuk disajikan

Omelet sayur

Bahan-Bahan :

3

sdm minyak goreng Kunci mas

1

bh bawang bombay, rajang

25

gr jamur kancing, rajang

25

gr jamur hioko, rendam, rajang

1

bh tomat, buang biji, iris dadu 1 cm

1

btg daun bombay, iris tipis bagian hijaunya

4

btr telur, kocok lepas

1

sdt garam

1

sdt merica


Cara Mengolah :

1.Tumis bawang bombay hingga harum. Masukkan jamur kancing. Jamur hioko, tomat, daun bawang, garam, dan merica. Aduk – aduk. Angkat
2.Panaskan minyak, tuang kocokan telur dalam wajan dadar.
Orak – arik sebentar, lalu masukkan tumisan. Masak hingga bagian bawah telur kering. Lipat tiga. Angkat.
3.Masukkan wajan dadar dalam oven, panggang sampai bagian atasnya kering

Spageti vegetaria

Bahan-Bahan :

1

sendok makan minyak zaitun

100

gram jamur champignon, iris tipis

5

buah tomat, potong dadu

2

buah bawang putih, cincang

1/2

buah bawang bombay, potong dadu

1

buah wortel, iris tipis

1/4

sendok teh merica hitam, tumbuk kasar

1

sendok teh garam

1

sendok teh gula pasir

150

gram spageti yang sudah direbus


Cara Mengolah :

1. Tumis bawang putih dengan minyak zaitun hingga harum, masukkan bawang bombay, aduk rata.
2. Masukkan semua bahan, masak kurang lebih selama 10 menit hingga matang.
3. Siramkan ke atas spageti, hidangkan hangat.

Muslimah Multitalent

•Juni 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

“(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

(QS.AR RUUM:30)

Wanita menyimpan potensi yang luar biasa besar untuk melakukan perubahan pada umat. Fitrah wanita yang tenang dan membimbing bisa membantu dalam mendidik generasi penerus, serta membangun sebuah bangsa, bahkan dunia!! Bila wanita rusak, maka suatu bangsa pun bisa rusak, bahkan hancur!!

Sobat UKHTI, emang bener, ga ada perubahan pada makhluk Allah dan fitrah manusia. Fitrah manusia tidak akan berubah dan tidak pula mengalami pergantian betapa pun segala manusia belahan bumi timur dan barat berupaya keras untuk itu. Namun, hal ini bukan menjadi alasan bagi seorang wanita untuk tidak berkeahlian, malah sebaliknya muslimah harus bertalenta, bahkan ber-multi talenta!! Setuju bukan?? Karena sejatinya muslimah adalah guru bagi anak-anaknya kelak, yang menjadi generasi penerus. Kalo gurunya aja ga punya keahlian, kurang berilmu, gaptek, n mungkin agak2 oon, gimana dengan muridnya??! Hehee…

Menjadi perempuan atau laki2 bukanlah suatu pilihan ‘untuk menjadi apa’ tetapi adalah pilihan ‘untuk bagaimana’. Di dalam Al Quran digambarkan bahwa kaum perempuan adalah manusia merdeka. Ia mempunyai hak untuk memilih dan menentukan jalan hidupnya serta menanggung risiko atasnya. Ukhtifillah…Allah memerintahkan istri2 Rasulullah dan perempuan2 muslimah dimana pun berada untuk lebih banyak berperan di rumah. Ini artinya bahwa medan perjuangan kaum perempuan yang utama adalah rumah. Tetapi bukan lantas pemahaman ini dijadikan alasan untuk tidak beraktivitas dan mencari ilmu di luar rumah. TIDAK, tidak demikian!! Seorang perempuan bisa, dan bahkan harus bisa memainkan perannya, dalam batas sesuai kodrat keperempuannya dan tidak sampai menimbulkan fitnah maupun kemaksiatan. Dijelaskan dalam surat an-Nisa:32 bahwa perempuan boleh berusaha dan mencari penghasilan : “dan bagi perempuan (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan”. Untuk mencari penghasilan aja dibolehkan, apalagi untuk mencari ilmu yang bermanfaat…

Ummu Sufyan Ats Tsauri adalah salah satu tokoh wanita muslimah yang dapat dijadikan teladan dalam mengutamakan pentingnya menuntut ilmu. Ia adalah seseorang wanita yang rajin ibadah. Suaminya meninggal dunia dan meninggalkan anak untuk diurusnya. Ummu Sufyan Ats Tsauri menjaga amanah dan menjalankan tugasnya dengan baik. Ketaqwaannya terlihat sangat jelas ketika ia berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, carilah ilmu dan aku akan membiayaimu dengan alat pintalku ini”. Ummu Sufyan Ats Tsauri siap menanggung keletihan dan bersedia memeras tenaga untuk membiayai anaknya belajar. Ia memintal sepanjang hari, untuk mengumpulkan harta agar dapat menafkahi anaknya untuk membeli kertas dan alat tulis. Ia tidak pernah berpikir anaknya akan meraih ijazah karena masa itupun belum ada ijazah. Ia juga tidak pernah berpikir anaknya kelak akan menduduki suatu jabatan tertentu atau status sosial yang tinggi karena hal itu tidak menjadi tujuannya.

Pada suatu hari, Ummu Sufyan Ats Tsauri, mendapati putranya terkena penyakit malas dan cahaya ilmu yang ada pada tingkah lakunya mulai redup. Ia berkata kepada anaknya, “Wahai putraku, jika engkau telah menulis (mempelajari) sepuluh huruf, maka perhatikanlah, apakah engkau melihat pada dirimu penambahan dalam aktifitas, kesabaran, dan kesopanan? Wahai putraku, jika engkau belum melihat adanya tambahan tersebut maka ketahuilah bahwa ilmumu belum bermanfaat.”

Betapa berharganya ilmu dan sungguh istimewa orang yang berilmu. Tentu berbeda dengan orang yang berharta, seorang hartawan belum tentu memiliki keistimewaan. Ali bin Abi Thalib r.a. pun pernah berkata, “Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjagamu, sedangkan harta sebaliknya, kamu yang harus menjaganya. Jika ilmu itu disebarkan kepada orang lain maka ilmu itu akan bertambah, sedangkan harta, jika disebarkan maka ia akan berkurang.”

Ukhtifillah…Khadijah ra. adalah sosok seorang muslimah ideal yang hidup di masa Rasulullah. Beliau adalah seorang yang paling baik kesalehannya, kemurahan hati, kedermawannya, dan suka mementingkan kepentingan orang lain. Beliau juga seorang ahli ibadah dan memiliki akal yang cerdas. Nah, lalu sekarang apa yang bisa qta lakuin sebagai seorang mahasiswi? Wuiiih…kalo disebutin satu2 kayaknya ga bakalan cukup deh. Emang seberapa sih banyaknya?! Sebenernya ga banyak2 juga sih, tergantung qta aja gmana menyikapinya. Selain belajar qta juga harus selalu meningkatkan ilmu-ilmu lain yang kita miliki, tentunya ilmu yang bermanfaat, misalnya saja ilmu untuk menulis karya ilmiah, bahasa inggris, bahasa arab, dll. Hal ini sedikit banyak bisa membuka hati dan akal kita untuk melihat lebih jauh tentang segala kekurangan kita yang pastinya tidak untuk ditutupi tetapi untuk selalu diperbaiki dan diperbaiki. Walopun secara riil emang ga ada manusia yang sempurna. Bener kan ?! tapi tentu saja ilmu tidak akan seimbang tanpa wujud nyata dan keimanan…jadi intinya, untuk menjadi muslimah yang multi talenta diperlukan ilmu, iman, dan amal. Nah, jadi gimana sobat UKHTI?! Siap jadi muslimah multi talenta kan??